Mengingat u sama halnya mengingat ke bodohan w di masa lalu yg slalu saja mnjdi pemanfaatan tuk u,omongan u membawa mereka yg mendengarnya seakan mau mencampuri urusan u ...
Kawan yg dah nganggap u sodra kini dia tak mau mengingat u kmbli,tuk w u hanyalah sampah yg tersedak di antara kita semua,otak u pinter pi sayang di gunakan hanya untuk menghasut orng BODOH semoga kelak di khidupan yg laen kita berjpa sbagai musuh bkn sahabat atau sodra dkat ...
Hanya do'a seprti tu yg slalu w panjatkan tuk mnusia kaya u BUDI ga akan ad lagi memory masa lalu ga akan ad lagi memory hari ni dan seterusnya dalam otak w MULAI DETIK INI
Sabtu, 24 September 2011
Sejarah pengaruh pelita terhadap kehidupan masyarakat pedesaan daerah Khusus Ibukota Jakarta / Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
Sejarah pengaruh pelita terhadap kehidupan masyarakat pedesaan daerah Khusus Ibukota Jakarta / Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
| Code | : 303.4095984 SEJ |
| Author | : |
| Publisher | : Jakarta : Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah |
| Year | : 1983 |
| Stock | : 2 eks. |
| Indeks Page | : eks. |
| Information | : vii, 140 hlm. : il.; 23 cm eks. |
| 1. MASYARAKAT | |
| I. Indonesia. Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah |
|
|
Publications by Year
- 2011
- 2010
- 2009
- 2008
- 2007
- 2006
- 2005
- 2004
- 2003
- 2002
- 2001
- 2000
- 1999
- 1998
- 1997
- 1996
- 1995
- 1994
- 1993
- 1992
- 1991
- 1990
- 1989
O.P.A.C
- September 2011
- July 2011
- June 2011
- May 2011
- April 2011
- March 2011
- February 2011
- January 2011
- December 2010
- November 2010
- October 2010
- September 2010
- August 2010
- July 2010
- June 2010
- May 2010
- April 2010
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- August 2008
- July 2008
- June 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008
- December 2007
- November 2007
- October 2007
- September 2007
- August 2007
- July 2007
- June 2007
- May 2007
- April 2007
- March 2007
- February 2007
- January 2007
- December 2006
- November 2006
- October 2006
- September 2006
- August 2006
- July 2006
- June 2006
- May 2006
- April 2006
- March 2006
- February 2006
- January 2006
- December 2005
- November 2005
- October 2005
- September 2005
- August 2005
- July 2005
- June 2005
- May 2005
- April 2005
- March 2005
- February 2005
- January 2005
- December 2004
- November 2004
- October 2004
- September 2004
- August 2004
- July 2004
- June 2004
- May 2004
- April 2004
- March 2004
- January 2004
- December 2003
- November 2003
- September 2003
- August 2003
- July 2003
- June 2003
- May 2003
- April 2003
- March 2003
- February 2003
- January 2003
- December 2002
- November 2002
- October 2002
- September 2002
- August 2002
- July 2002
- June 2002
- May 2002
- April 2002
- March 2002
- February 2002
- January 2002
- December 2001
- November 2001
- October 2001
- September 2001
- August 2001
- July 2001
- June 2001
- May 2001
- April 2001
- March 2001
- February 2001
- January 2001
- October 2000
- July 2000
- June 2000
- May 2000
- April 2000
- March 2000
- February 2000
- January 2000
- December 1999
- November 1999
- October 1999
- September 1999
- August 1999
- July 1999
- June 1999
- May 1999
- April 1999
- March 1999
- February 1999
- January 1999
- December 1998
- November 1998
- October 1998
- September 1998
- August 1998
- July 1998
- June 1998
- May 1998
- April 1998
- March 1998
- February 1998
- January 1998
- December 1997
- November 1997
- October 1997
- September 1997
- August 1997
- July 1997
- June 1997
- May 1997
- April 1997
- March 1997
- January 1997
- December 1996
- November 1996
- October 1996
- September 1996
- July 1996
- June 1996
- May 1996
- April 1996
- March 1996
- February 1996
- January 1996
- December 1995
- November 1995
- October 1995
- September 1995
- August 1995
- July 1995
- June 1995
- May 1995
- April 1995
- March 1995
- February 1995
- January 1995
- December 1994
- November 1994
- October 1994
- September 1994
- August 1994
- July 1994
- June 1994
- May 1994
- April 1994
- March 1994
- February 1994
- January 1994
- December 1993
- November 1993
- October 1993
- September 1993
- August 1993
- July 1993
- June 1993
- May 1993
- April 1993
- March 1993
- February 1993
- January 1993
- December 1992
- November 1992
- October 1992
- September 1992
- August 1992
- July 1992
- June 1992
- May 1992
- April 1992
- March 1992
- February 1992
- January 1992
- December 1991
- November 1991
- October 1991
- September 1991
- August 1991
- July 1991
- June 1991
- May 1991
- April 1991
- March 1991
- February 1991
- January 1991
- December 1990
- November 1990
- September 1990
- August 1990
- July 1990
- June 1990
- May 1990
- April 1990
- March 1990
- February 1990
- January 1990
- November 1989
- August 1989
- July 1989
- December 1988
- September 1987
- April 1987
- September 1986
- August 1986
- July 1986
- January 1986
- December 1985
- November 1982
- October 1981
- September 1981
- July 1980
- July 1974
- September 1969
- November 1968
- July 1968
- October 1940
- December 1933
- August 1931
- May 1931
- August 1930
- June 1930
Potret kehidupan warga Jakarta
Potret kehidupan warga Jakarta
11 Jul 2010
Mengais cacing di sawah untuk makan sehari-hari
SEMPER TIMUR (Pos Kota) - Meski hidup tetap miskin, rupanya Jakarta
masih saja menjadi tumpuan bagi Rahmat. Sejak Subuh hingga Magrib, pria
berusia 39 tahun ini keluar rumah mengais caciifg di sawah sebagai bekal
makan sehari- hari bersama anak semata wayangnya.
Sehari dia bisa mengumpulkan antara 3 - 5 ons cacing susu seharga
RplO ribu. Dari uang inilah ia belikan nasi Rp4 ribu/bungkus di warteg
untuk makan berdua dengan anaknya, Rudi Firmansyah, 8. Sehari dua kali
makan Rp8 ribu, sisanya Rp2 ribu untuk uang jajan anaknya.Rahmat bersama
anaknya, Rudi Firmansyah tinggal di Kampung Sawah Blok E kel. Semper
Timur Jakarta Utara. Rumah seluas 25 m2 berdinding kayu dengan lantai
tanah, peninggalan Dasuki.orangtu-anya, jadi tempat Rahmat berteduh .
Rumah ini lembab dan pengab, apalagi setelah hujan.
Tanah itupun bukanlah milik orangtuanya melainkan tanah milik
pengusaha yang ditempati bersama puluhan orang susah lainnya. Sejak
1980, Rahmat mengikuti orangtuanya yang asli Tegal, tinggal di kawasan
gudang TPK Koja.Tahun 1991 pindah" ke Kampung Sawah. Setelah lulus SMP
tahun 1987, Rahmat bekerja serabutan termasuk menjadi pengumpul barang
bekas, kerjaan bapaknya.
Dalam perjalanan hidupnya, ia menikah dengan Suratmi; tahun 2001.
Namun, dua tahun silam, kesengsaraannya bertambah lagi karena istrinya
pulang ke kampung halamannya di Tegal, tanpa cerai. Tinggallah Rahmat
hidup dengan anaknya hingga kini.Dengan keteguhan hati yang gersang,
Rahmat masih mencoba bertahan hidup dari mencari cacing susu. Cacing ia
jual ke pengumpul untuk makan sehari-harinya. Pendapatannya bervariasi
karena tergantung musim. Jika musim kering atau panas, sehari ia hanya
mendapat 2-3 ons cacing susu. Bila musim hujan agak mendingan, bisa 3-5
ons per hari.
"Tapi, itu sangat jarang karena tergantung kesuburan tanah," ucap
Rahmat, kemarin. Cacing susu ia jual pada seseorang yang dijual kembali
ke toko burung atau pancingan untuk umpan pancingan. Harga cacing susu
sekilo Rp25 ribu hingga Rp35 ribu karena tergantung musimnya.
Tapipendapatan rata-rata sehari RplO ribu. "Setidaknya dua hari itu saya
dapat Rp20 ribu." Dengan uang itulah Rahmat membeli nasi di warteg Rp4
ribu per bungkus untuk sekali makan bersama anaknya. Lauk pauknya tentu
terbatas pada oreg tempe dan kuah sayur. "Ya nggak bisa lauk mahal, uang
juga segitu. Uangnya jelas gak kebagi untuk makan malam," tuturnya.
ANAK TAK SEKOLAH
Kemiskinan tidak hanya membuat Rahmat ditinggal istrinya ke kampung,
tapi anak semata wayangnya pun tak bisa disekolahkan. Itu juga yang
mengakibatkan anaknya, Rudi, enggan bermain dengan teman-temannya di
lingkungan sekitar. "Kalau bertemu orang anak saya malu. Ia sering
menyendiri di dalam kamar," jelas Rahmat.
Setiap hari dari pagi hingga malam, Rahmat sibuk mencari cacing di
tempat sampah ke Semper Timur, Kali Baru, Cakung Drain bahkan sampai ke
Buaran. Jadi, tak bisa mengurus anaknya. "Kalau saya gak cari cacing,
saya gak makan dong. Anak saya kan juga butuh makan," ucapnya, yang
pergi mencari napkah dengan mengayuh sepeda.Tak pernah dapat raskin dari
pemerintah?"Bagaimana saya bisa tahu. Wong saya pulang magrib berangkat
subuh. Saya tidak tahu apa-apa. Jika tahu juga saya sanggup gak sanggup
beli berasnya," ujarnya.
KORBAN GUSURAN
Kampung Sawah, tempat Rahmat dan anaknya tinggal, merupakan pemukiman
padat penduduk yang tidak memiliki administrasi RT ataupun RW. Lahan
yang ditempati katanya milik pengusaha Oki Arto Namun, belakangan
dipecah jadi milik beberapa o-rang tapi masih diproses di BPN Pusat
"Semua warga di sini korban gusuran dari mana saja . Salah satunya
dariTPK Koja kemarin. Mereka pendatang dari berbagai daerah seperti
Indramayu, Tegal, dan Bugis. Tapi, kebanyakan o-rang Sunda," kata Warno
Ketua Blok B. Warga Kampung Sawah sebagian besar bermata pencaharian
pemulung pengumpul barang bekas, (lina/ak/r)
Pemukiman Kian Padat Picu Tawuran Antar Warga Jakarta
![]()
ILUSTRASI, TAWURAN ANTAR WARGA
|
RMOL. Transisi
besar-besaran di Jakarta, seperti perubahan daerah permukiman menjadi
daerah perekonomian, kian tak terkendali. Hal ini ditengarai menjadi
pemicu konflik sosial. Salah satunya adalah dalam bentuk tawuran.
Hal itu disampaikan pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI) Bambang Shergi Laksmono, berkaitan seringnya terjadi aksi tawuran antar warga di Jakarta. Termasuk dalam beberapa hari terakhir.
Tidak terkendalinya perubahan kawasan permukiman ini, kata Bambang, juga termasuk kurangnya fasilitas umum yang mendorong kegiatan positif di tengah masyarakat. Hal ini membuat masyarakat tak nyaman lagi dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Agar kehidupan sosial masyarakat sehat, lanjut Bambang, perlu didukung lingkungan yang sehat.
“Masyarakat Jakarta sekarang cenderung hidup dalam lingkungan yang kurang sehat secara sosial. Secara tidak langsung, ini membentuk masyarakat menjadi bermasalah secara sosial. Jadi tingginya angka statistik tawuran antar warga di Jakarta bisa dimaklumi,” jelasnya.
Seperti diketahui, kasus tawuran antar warga yang terjadi akhir-akhir ini menjadi permasalahan serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya. Dalam tujuh bulan terakhir, sebanyak 20 kasus tawuran terjadi di ibukota. Yang terbaru, bulan ini terjadi dua kasus. Satu kasus di Johar Baru, Jakarta Pusat dan satu kasus lagi di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan.
Penataan kota serta peruntukan wilayah di Jakarta, masih menurut Bambang, sudah tidak jelas lagi. Wilayah yang seharusnya menjadi tempat permukiman, mestinya tidak sekaligus dijadikan tempat kegiatan perekonomian seperti gedung-gedung perkantoran.
“Di wilayah yang tata ruang yang kacau seperti Jakarta, sulit membentuk pola kehidupan sosial yang ideal. Perlu interaksi antar masyarakat yang baik, komunikasi serta kegiatan-kegiatan lain yang positif,” ujarnya.
Perlu ada tindakan nyata dari Pemprov DKI Jakarta untuk menata lingkungan sosial, lanjut Bambang. Dia menyarankan pemprov memperbaiki lingkungan tempat tinggal masyarakat menjadi lebih baik.
Apalagi, nilainya, gaya hidup masyarakat Jakarta yang berkembang sekarang mengarah ke sikap individualistis. Antar masyarakat cenderung acuh. Komunikasi terjalin kurang baik, sehingga sering terjadi kesalahpahaman yang bisa menjadi konflik sosial.
Bambang menyarankan agar pemprov lebih banyak membuat tempat-tempat publik seperti taman dan lapangan umum. Selain baik untuk lingkungan hidup, tempat-tempat ini juga bisa menjadi tempat berinteraksi antar masyarakat. “Dengan demikian, masyarakat punya tempat menyalurkan kegiatan ke hal-hal yang positif,” jelasnya. [rm]
Hal itu disampaikan pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI) Bambang Shergi Laksmono, berkaitan seringnya terjadi aksi tawuran antar warga di Jakarta. Termasuk dalam beberapa hari terakhir.
Tidak terkendalinya perubahan kawasan permukiman ini, kata Bambang, juga termasuk kurangnya fasilitas umum yang mendorong kegiatan positif di tengah masyarakat. Hal ini membuat masyarakat tak nyaman lagi dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Agar kehidupan sosial masyarakat sehat, lanjut Bambang, perlu didukung lingkungan yang sehat.
“Masyarakat Jakarta sekarang cenderung hidup dalam lingkungan yang kurang sehat secara sosial. Secara tidak langsung, ini membentuk masyarakat menjadi bermasalah secara sosial. Jadi tingginya angka statistik tawuran antar warga di Jakarta bisa dimaklumi,” jelasnya.
Seperti diketahui, kasus tawuran antar warga yang terjadi akhir-akhir ini menjadi permasalahan serius bagi Pemerintah Provinsi (Pemrov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya. Dalam tujuh bulan terakhir, sebanyak 20 kasus tawuran terjadi di ibukota. Yang terbaru, bulan ini terjadi dua kasus. Satu kasus di Johar Baru, Jakarta Pusat dan satu kasus lagi di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta Selatan.
Penataan kota serta peruntukan wilayah di Jakarta, masih menurut Bambang, sudah tidak jelas lagi. Wilayah yang seharusnya menjadi tempat permukiman, mestinya tidak sekaligus dijadikan tempat kegiatan perekonomian seperti gedung-gedung perkantoran.
“Di wilayah yang tata ruang yang kacau seperti Jakarta, sulit membentuk pola kehidupan sosial yang ideal. Perlu interaksi antar masyarakat yang baik, komunikasi serta kegiatan-kegiatan lain yang positif,” ujarnya.
Perlu ada tindakan nyata dari Pemprov DKI Jakarta untuk menata lingkungan sosial, lanjut Bambang. Dia menyarankan pemprov memperbaiki lingkungan tempat tinggal masyarakat menjadi lebih baik.
Apalagi, nilainya, gaya hidup masyarakat Jakarta yang berkembang sekarang mengarah ke sikap individualistis. Antar masyarakat cenderung acuh. Komunikasi terjalin kurang baik, sehingga sering terjadi kesalahpahaman yang bisa menjadi konflik sosial.
Bambang menyarankan agar pemprov lebih banyak membuat tempat-tempat publik seperti taman dan lapangan umum. Selain baik untuk lingkungan hidup, tempat-tempat ini juga bisa menjadi tempat berinteraksi antar masyarakat. “Dengan demikian, masyarakat punya tempat menyalurkan kegiatan ke hal-hal yang positif,” jelasnya. [rm]
Baca juga:
rufio
<a
href='http://ad.kaskus.us/www/delivery/ck.php?n=a270bf73&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE'
target='_blank'><img
src='http://ad.kaskus.us/www/delivery/avw.php?zoneid=265&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a270bf73'
border='0' alt='' /></a>
|
||||||||
Hot Categories:
Lounge
|
Berita & Politik
|
Computer
|
Jokes
|
Movies
|
Supranatural
|
Sports
|
Games
|
Otomotif
|
Music
|
Regional
|
all categories
<a
href='http://ab.kaskus.us/www/delivery/ck.php?n=a6cc5c28&amp;cb=KSKS'
target='_blank'><img
src='http://ab.kaskus.us/www/delivery/avw.php?zoneid=270&amp;cb=KSKS&amp;n=a6cc5c28'
border='0' alt='' /></a>
| Notices |
|
HOME
/ LOEKELOE
/ MUSIC
/ Music Event
Rufio Mau Datang Ke Indonesia Gan! |
![]() |
|
Thread Tools
|
|
|
#1 |
|
kaskus addict
UserID: 1968698
Join Date: Aug 2010
Location: Millwall FC
Posts: 1,542
![]() |
Rufio Mau Datang Ke Indonesia Gan!
![]() Dalam rangkaian "Brotherhood of Melody" Speedytrek Indienation tour 2010, yang digelar di beberapa kota besar di Indonesia, Speedytrek akan menghadirkan Rufio sebagai bintang tamu. Rufio adalah Band Pop Punk asal California, Amerika Serikat. Musik Rufio mengingatkan kita pada gelombang Punk akhir 90-an dengan beat drum serta riff-riff gitarnya yang khas. Rufio terbentuk sejak tahun 2001, saat itu mereka melemparkan album pertama yang berjudul "Perhaps, I Suppose...", Album ini mendapat respon positif di pasaran. Bahkan mengangkat nama Rufio hingga diajak serta dalam tour band-band besar seperti The Offspring, Brand New, dan Taking Back Sunday. Tidak berselang lama, Rufio juga menjadi line up dalam warped tour, sebuah festival musik tahunan yang cukup monumental. Selepas album pertama itu, Rufio merilis dua album lagi di bawah label Nitro Records. Dua album itu meledak dipasaran, mengangkat nama Rufio ke pentas Internasional. Akibatnya Rufio menjadi semakin besar dan populer, seiring dengan banyaknya konser yang mereka gelar di Eropa, Amerika Latin, Australia, dan Asia. Rufio sempat diberitakan bubar pada tahun 2007, seperti yang pernah terpampang di halaman myspace milik Rufio, bahwa mereka akan mengadakan official farewell show pada tanggal 1 Juni 2007. Untungnya, niatan tersebut batal terlaksana. Rufio batal bubar, awal tahun 2010, mereka melepas E.P yang berjudul The Loneliest. Dan pertengahan tahun 2010, Rufio merilis sebuah full lenght album yang diikuti pula dengan serangkaian kegiatan promo tour ke seluruh dunia. Rufio Hadir di Brotherhood of Melody Seperti yang telah kita ketahui, Speedytrek Indienation 2010 "Brotherhood of Melody" merupakan Kompetisi yang akan melibatkan ribuan band di 7 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Makassar. Kompetisi dilaksanakan selama 5 bulan melalui beberapa tahapan mulai dari kompetisi musik online, event final regional, grand final hingga kompilasi album, dimulai sejak bulan Agustus dan akan berakhir pada Desember 2010. Pada event final regional, Rufio akan hadir sebagai bintang tamu. Tapi tidak semua kota dikunjungi oleh Rufio, melainkan tiga kota. Ketiga kota tersebut adalah Denpasar, Bandung, dan Makassar. Berikut ini jadwalnya: - Denpasar (19 November) - Bandung (20 November) - Makassar (21 November) Silahkan catat tanggal mainnya, jangan sia-siakan kesempatan untuk menyaksikan aksi salah satu jawara punk rock ini di kotamu. See you in the pit! Sumber: DISINI |
|
|
QUOTE |
| KaskusAd - Create an KasAD / Buat Iklan KasAD |
|
|
#13 | |
|
aktivis kaskus
UserID: 348004
Join Date: Oct 2007
Posts: 655
![]() |
Quote:
..Katanya mau skripsi sis, jangan nonton dulu laahh.. Pasti nonton sama temen2 kampus yah? Banyak nih pens Rufio kalo dikampus. ane cuma tau She Cries doang ![]() ![]()
|
|
|
|
QUOTE |
|
|
#15 | |
|
kaskus addict
UserID: 699723
Join Date: Feb 2009
Location: *undetected*
Posts: 3,036
![]() ![]() |
Quote:
![]() skripsi bisa ngulang. nonton rufio ga bisa diulang! *astaghfirullah...jgn dong...*
|
|
|
|
QUOTE |
«
Previous Thread
|
Next Thread
»
Kaskus is providing basic human rights such as freedom of speech. By using Kaskus, you agree to the following conditions:
Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS. IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE
Use this site at your own risk and it is not the risk of the owner or the webhost
If you do not agree to these terms, please do not use this service or you will face consequences
USING THIS SITE INDICATES THAT YOU HAVE READ AND ACCEPT OUR TERMS. IF YOU DO NOT ACCEPT THESE TERMS, YOU ARE NOT AUTHORIZED TO USE THIS SITE
- FAQ - Contact Us - Archive - Jobs - KaskusRadio - Kaskus Ads - Top
- Term of use - Privacy Policy - General Rules - Mobile version
-
.
Langganan:
Postingan (Atom)















:

..

berangkat


